<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416</id><updated>2012-01-20T13:53:15.733+07:00</updated><category term='SBY'/><category term='gaya kepemimpinan'/><category term='Pendekatan Kepemimpinan'/><category term='Pemimpin Paling Berpengaruh'/><category term='Kepemimpinan Otoriter'/><category term='Definisi Kepemimpinan'/><category term='pengertian kepemimpinan'/><title type='text'>belajar kepemimpinan</title><subtitle type='html'>Belajar kepemimpinan efektif, motivasi kepemimpinan, teori kepemimpinan, definisi kepemimpinan, pengertian kepemimpinan, definisi pemimpin, gaya kepemimpinan, pengambilan keputusan, perilaku organisasi, kepemimpinan islam, dll</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-8249446940067152966</id><published>2009-05-30T14:27:00.000+07:00</published><updated>2009-05-30T14:27:41.537+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Definisi Kepemimpinan'/><title type='text'>Definisi Kepemimpinan Menurut Para Ahli</title><content type='html'>Berikut defini kepemimpinan menurut para ahli :&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Stokdil, 1948. Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dubin, 1951. Kepemimpinan adalah aktivitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Humphill, 1954. Kepemimpinan adalah langkah pertama yang hasilnya berupa pola interaksi kelompok yang konsisten dan bertujuan menyelesaikan problem-problem yang saling berkaitan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;George P. Terry. Definisi dari kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Robert  Tennenbaun, Irving R. Wischler, Fred Massarik. Definisi kepemimpinan menurut mereka adalah kepemimpinan sbg pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi, kearah tercapainya sesuatu tujuan ataupun tujuan-tujuan yang sudah di tepapkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-8249446940067152966?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/8249446940067152966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=8249446940067152966' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/8249446940067152966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/8249446940067152966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2009/05/definisi-kepemimpinan-menurut-para-ahli.html' title='Definisi Kepemimpinan Menurut Para Ahli'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-7868051337716489373</id><published>2009-05-28T16:35:00.000+07:00</published><updated>2009-05-28T16:37:21.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SBY'/><title type='text'>Susilo Bambang Yudhoyono</title><content type='html'>&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Fotopresdn.jpg"&gt;&lt;br&gt;image src : wikimedia.org &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono Ia lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Dari ayahnya, silsilahnya dapat dilacak hingga Pangeran Buwono Keling dari Kerajaan Majapahit dengan RM. Kustilah yang merupakan keturunan Gusti Bandoro Ayu (putri Sri Sultan Hamengkubuwono III.&lt;br /&gt;Seperti ayahnya; Viditaris Sasongko, ia pun berkecimpung di dunia kemiliteran. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana Merdeka, Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang adalah anak perempuan ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo turut membantu menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan mereka lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1979) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1982). &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Agus adalah lulusan dari SMA Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer Indonesia tahun 2000. Seperti ayahnya, ia juga mendapatkan penghargaan Adhi Mekayasa dan seorang prajurit dengan pangkat Letnan Satu TNI Angkatan Darat yang bertugas di sebuah batalion infantri di Bandung, Jawa Barat. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Agus menikahi Anissa Larasati Pohan, seorang aktris yang juga anak dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak pertengahan 2005, Agus menjalani pendidikan untuk gelar master-nya di ''Strategic Studies at Institute of Defense and Strategic Studies'', Singapura. &lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Anak yang bungsu, Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda dalam ''Financial Commerce'' dan ''Electrical Commerce'' tahun 2005 dari ''Curtin University of Technology'' di Perth, Australia Barat.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan SBY : &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973&lt;br&gt;&lt;br /&gt;American Language Course, Lackland, Texas Amerika Serikat|AS, 1976&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Airbone and Ranger Course, Fort Benning, AS, 1976&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983&lt;br&gt;&lt;br /&gt;On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983 &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Jungle Warfare School, Panama, 1983 &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984 &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Kursus Komando Batalyon, 1985 &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989 &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, AS &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 2004 &lt;br&gt;&lt;br /&gt;sumber : wikipedia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-7868051337716489373?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/7868051337716489373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=7868051337716489373' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/7868051337716489373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/7868051337716489373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2009/05/susilo-bambang-yudhoyono.html' title='Susilo Bambang Yudhoyono'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-4980779443135857409</id><published>2009-05-28T10:04:00.000+07:00</published><updated>2009-05-28T10:06:35.413+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemimpin Paling Berpengaruh'/><title type='text'>20 Pemimpin dan Revolusioner Paling Berpengaruh di Dunia Ver. Time</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.timeinc.net/time/photoessays/2009/time_100_influence/susilo_bambang_yudhoyono.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;image source : timeinc.net&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dalam rilis yang di keluarkan time mengenai 20 orang pemimpin dan revolusioner paling berpengaruh di dunia menempatkan Susilo Bambang Yudhoyono di urutan ke sembilan dan mengalahkan ke poluleran Barack Obama yg menempati urutan 20. Berikut list lengkapnya :&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Edward Kennedy&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Gordon Brown&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Christine Lagarde&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Thomas Dart&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Avigdor Lieberman&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Joaquín Guzmán&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Nouri al-Maliki&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Hillary Clinton&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Boris Johnson&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Norah al-Faiz&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Elizabeth Warren&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Paul Kagame&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Nicolas Sarkozy&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Angela Merkel&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Wang Qishan&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Xi Jinping&lt;br&gt;&lt;br /&gt;David McKiernan&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ashfaq Kayani&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Barack Obama&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-4980779443135857409?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/4980779443135857409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=4980779443135857409' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/4980779443135857409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/4980779443135857409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2009/05/20-pemimpin-dan-revolusioner-palin.html' title='20 Pemimpin dan Revolusioner Paling Berpengaruh di Dunia Ver. Time'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-7640813739816092587</id><published>2009-05-15T13:55:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T13:55:07.098+07:00</updated><title type='text'>Douglas Mc. Gregor Teori X Vs Teori Y</title><content type='html'>Prof. Douglas Mc. Gregor dari Masachussetts Institute of Technology menjadi terkenal dg teori yaitu teori x dan teori y, dari teori ini di kenal ada dua pendekatan dalam menghadapi perilaku manusia yaitu pendekatan x dan pendekatan y.&lt;br /&gt;Pendekatan x beranggapan bahwa pada dasarnya manusia malas untuk bekerja sedangkan teori y beranggapan bahwa manusa adalah aktif dan suka bekerja.&lt;br /&gt;Dh ah dikit aja.. Mo kondangan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-7640813739816092587?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/7640813739816092587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=7640813739816092587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/7640813739816092587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/7640813739816092587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2009/05/douglas-mc-gregor-teori-x-vs-teori-y.html' title='Douglas Mc. Gregor Teori X Vs Teori Y'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-1016038948340034069</id><published>2009-05-15T08:35:00.000+07:00</published><updated>2009-05-15T08:35:49.027+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya kepemimpinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan Otoriter'/><title type='text'>Kepemimpinan Otoriter, Titik Pertama dari Gaya Kepemimpinan Exstrim</title><content type='html'>Kepemimpinan otoriter atau bisa di sebut kepemimpinan otokratis atau kepemimpinan diktator adalah suatu kepemimpinan dimana seorang pemimpin ber tindak sebagai diktator, pemimpin adalah penguasa, semua kendali ada di tangan pemimpin.&lt;br /&gt;Seorang diktator jelas tidak menyukai adanya meetin, rapat apalagi musyawarah karena bgi seorang diktator tidak menghendaki adanya perbedaan dan pastinya suka dg memaksakan kehendaknya. &lt;br /&gt;Dengan kepemimpinan diktator semua kebijakan ada di tangan pemimpin, semua keputusan ada di tangan pemimpin, semua bentuk hukuman, larangan peraturan dpt juga brubah sesuai dg suasana hati pemimpin.&lt;br /&gt;Jika kita lihat dari sisi gaya kepemimpinan secara ekstrim kepemimpinaan otoriter menempati urutan pertama karena kita lihat dari seberapa besar pengaruh ato campur tangan pemimpin kemudian di lanjutkan kepemimpinan demokratis di mana pemimpin dan bawahan bsa saling bekerja sama dan yg ketiga atau titik ekstrim terakhir adalah kepemimpinan laissez faire yaitu pemimpin yg tidak bertindak sebagai pemimpin semua kebijakan bebas di tentukan sendiri oleh anggotanya.&lt;br /&gt;Jika kita tinjau menurut sistem kepemimpinan menurut likert maka sistem otoriter menempati sistem pertama (I), berikutan lengkap sistem kepemimpinan menurut likert &lt;br /&gt;(1) sistem l : otoriter (explosive/authoritative). &lt;br /&gt;(2) sistem ll : otoriter bijaksana (benevolent authoritative).&lt;br /&gt;(3) sistem lll : konsultatif &lt;br /&gt;(4) sisten lV : partisipatif.&lt;br /&gt;Adapun ciri kepemimpinan otoriter sistem l menurut likert dalam buku wahjosumidjo: kepemimpinan dan motivasi terbitan PT. Ghalia tahun 1987 adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;(1) manajer menentukan semua keputusan yg bertalian dg seluruh pekerjaan, dan memerintahkan semua bawahan untuk melaksanakanya. &lt;br /&gt;(2) manajer menentukan semua standard bgm bawahan melakukan tugas. &lt;br /&gt;(2) manajer memberikan ancaman dan hukuman kepada bawahan yg tidak berhasil melaksanakan tugas-tugas yg telas di tentukan. &lt;br /&gt;(3) manajer kurang percaya terhadap bawahan dan sebaliknya bawahan tidak atau sedikit sekali terlibat dalam proses pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;(4) atasan dan bawahan bekerja dalam suasana yg saling mencurigai.&lt;br /&gt;Tipe kepemimpinan otoriter jika di terapkan sekarang mungkin kurang relevan, namun jika kita lihat lgi menurut gaya kepemimpinan situasional tipe kepemimpinan ini bisa di terapkan terhadap anggota ato bawahan dengan tingkat kematangan rendah yaitu ketika seorang pemimpin menghadapi bawahan yg blm bisa atau blm menguasai hampir semua bidang yg menjadi tanggung jawabnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-1016038948340034069?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/1016038948340034069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=1016038948340034069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/1016038948340034069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/1016038948340034069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2009/05/kepemimpinan-otoriter-titik-pertama.html' title='Kepemimpinan Otoriter, Titik Pertama dari Gaya Kepemimpinan Exstrim'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-3793299963784702939</id><published>2008-10-03T20:03:00.000+07:00</published><updated>2009-05-29T20:48:36.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendekatan Kepemimpinan'/><title type='text'>Pendekatan Situasional</title><content type='html'>Pendekatan situasional atau  kontingensi   didasarkan pada asumsi bahwa keberhasilan seorang pemimpin selain ditentukan oleh sifat-sifat dan perilaku pemimpin juga dipengaruhi oleh situasi yang ada dalam organisasi.&lt;br /&gt;Ada beberapa studi kepemimpinan yang didasarkan pada pendekatan ini, antara lain model kepemimpinan kontingensi Fiedler, teori kepemimpinan tiga dimensi dan teori kepemimpinan situasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model kepemimpinan kontingensi Fiedler, teori ini dikembangkan oleh Fiedler dan Chemers, teori ini menyatakan bahwa efektifitas kepemimpinan seseorang adalah tergantung pada interaksi antara kepribadian pemimpin dan situasi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Fiedler (dalam Handoko, 1995:311) mengidentifikasikan ketiga unsur dalam situasi kerja ini untuk membantu menentukan gaya kepemimpinan mana yanga akan efektif yaitu hubungan pemimpin anggota, struktur tugas, dan posisi kekuasan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan pemimpin anggota berkaitan dengan persepsi bawahan atas pimpinan mereka dan bagaimana pemimpin diterima anggota. Struktur tugas berhubungan dengan bagaimana tugas-tugas para bawahan terstruktur atau tidak, apakah merupakan pekerjaan rutin atau tidak, sehingga pemimpin perlu menentukan struktur tugas yang jelas agar pekerjaan dapat dipahami bawahan. Sedangkan posisi kekuasaan pemimpin merupakan kekuasaan formal pemimpin yang berasal dari organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tiga dimensi tersebut, Fiedler menentukan dua jenis gaya kepemimpinan dan dua tingkat yang menyenangkan. Pertama, gaya kepemimpinan yang mengutamakan tugas, yaitu ketika pemimpin merasa puas jika tugas dilaksanakan. Kedua, gaya kepemimpinan yang mengutamakan pada hubungan kemanusiaan, hal tersebut menunjukan bahwa efektivitas kepemimpinaan bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat kondisi yang menyenangkan dalam situasi tertentu (Mulyasa, 2005:113).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori kepemimpinan tiga dimensi, model kepemimpinan ini dekemukakan oleh William J.Reddin. Model ini dinamakan three dimension model karena dalam pendekatannya menghubungkan tiga kelompok gaya kepemimpinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redin menambah dari ketiga gaya tersebut masing-masing kelompok dikembangkan lagi sehingga ada empat macam gaya dalam tiap kelompok, untuk kemudian dari ketiga kelompok gaya ini di kombinasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok gaya tak efektif terdiri dari penganjur, pelari, kompromis dan otokrat. Kelomppok gaya dasar terdiri dari: penghubung, pemisah, terpadu dan pengabdi. Kelompok gaya efektif terdiri dari: pengembang, birokrat, eksekutif dan otokrat bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori kepemimpinan situasional, teori ini dikembangkan oleh Paul Hersey dan Kenneth Blanchard. Kepemimpinan situasional menurut Harsey dan Blanchard adalah didasarkan pada saling berhubungannya diantara hal-hal berikut: Jumlah petunjuk dan pengarahan yang diberikan oleh pimpinan, jumlah dukungan sosioemosional yang diberikan oleh pimpinan dan tingkat kesiapan atau kematangan para pengikut yang ditunjukan dalam melaksankan tiugas khusus, fungsi atau tujuan tertentu (Thoha, 1983:65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku mengarahkan adalah tingkat dimana pemimpin mengorganisasikan para bawahan, memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana tugas-tugas dilaksanakan dan mengawasi bawahan secara ketat. Perilaku mendukung adalah bagaimana seorang pemimpin menjalin hubungan dengan anak buahnya serta keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematangan anak buah adalah kemampuan yang dimiliki oleh anak buah dalam menyelesaikan tugas dari pimpinan, termasuk didalamnya adalah keinginan atau motivasi mereka dalam menyelesaiakan suatu tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perilaku mengarahkan dan mendukung akan membentuk empat gaya dasar kepemimpinan yaitu gaya tinggi pengarahan dan rendah hubungan, gaya tinggi pengarahan dan tinggi dukungan, gaya rendah pengarahan dan tinggi hubungan, dan gaya rendah pengarahan dan rendah dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori ini pemimpin haruslah situasional, setiap keputusan yang dibuat didasarkan pada tingkat kematangan anak buah, ini berarti keberhasilan seorang pemimpin adalah apabila mereka menyesuaiakan gaya kepemimpinanya dengan tingkat kedewasaan atau kematangan anak buah.Tingkat kedewasaan atau kematangan anak buah dapat dibagi menjadi empat tingkat yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama intruksi adalah untuk pengikut yang rendah kematangannya, orang yang tidak mampu dan mau memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan sesuatu adalah tidak kompeten atau tidak memiliki keyakinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua konsultasi adalah untuk tingkat kematangan rendah ke sedang, orang yang tidak mampu tetapi berkeinginan untuk memikul tanggung jawab memiliki keyakinan tetapi kurang memiliki keterampilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga partisipasi adalah bagi tingkat kematangan dari sedang kerendah, orang-orang pada tingkat perkembangan ini memiliki kemampuan tetapi tidak berkeinginan untuk melakukan sesuatu tugas yang diberikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat delegasi adalah bagi tingkat kematangan yang tinggi, orang-orang pada tingkat kematangan seperti ini adalah mampu dan mau, atau mempunyai keyakinan untuk memikul tanggung jawab. (Thoha, 1983:74-76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka :&lt;br /&gt;Handoko, Hani T. 1995. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.&lt;br /&gt;Mulyasa. 2005. Manajemen Berbasis sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan Kepemimpinan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-3793299963784702939?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/3793299963784702939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=3793299963784702939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/3793299963784702939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/3793299963784702939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2008/10/pendekatan-situasional.html' title='Pendekatan Situasional'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-3262893782528158089</id><published>2008-10-03T20:00:00.000+07:00</published><updated>2009-05-29T20:48:36.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya kepemimpinan'/><title type='text'>Gaya Kepemimpinan Guru</title><content type='html'>Sekolah dan kelas adalalah suatu organisasi, dimana guru adalah sebagai pemimpinnya. Guru berkewajiban mengadakan supervisi atas kegiatan belajar murid, membuat rencana pengajaran bagi kelasnya, mengadakan manajemen belajar sebaik-baiknya, melakukan manajemen kelas, mengatur disiplin kelas secara demokratis (Hamalik, 2004:124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru sebagai pemimpin dalam kegiatan belajar mengajar akan memiliki pola perilaku yang khas dalam mempengaruhi para murid yang disebut gaya kepemimpinan guru. Menurut Ahmad Rohani (2004:130) gaya atau tipe kepemimpinan guru ada tiga  yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoriter, dengan gaya kepemimpinan otoriter guru, peserta didik hanya akan aktif  kalau ada guru dan kalau guru tidak mengawasi maka semua ativitas menjadi menurun. Aktivitas proses belajar mengajar sangat tergantung pada guru dan menuntut sangat banyak perhatian guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laizzes faire, gaya kepemimpinan yang laissez faire biasanya tidak produktif walaupun ada pemimpin, kalau guru ada peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya ingin diperhatikan. Dalam kepemimpinan ini biasanya aktivitas peserta didik lebih produktif kalau gurunya tidak ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokratis, tipe (gaya) kepemimpinan guru yang demokratis lebih memungkinkan terbinanya sikap persahabatan guru dan peserta didik dengan dasar saling memahami dan saling mempercayai. Sikap ini dapat membantu menciptakan iklim yang menguntungkan bagi terciptanya kondisi proses belajar mengajar yang optimal, peserta didik akan belajar secara produktif baik pada saat diawasi guru maupun tanpa diawasi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhibbin Syah (2006:253) dengan menambahkan satu lagi gaya kepemimpinan guru menurut Barlow (1985) yaitu otoritatif maka gaya kepemimpinan guru dalam proses belajar mengajar ada empat macam yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoriter (authoritarian), secara harfiah, otoriter berarti berkuasa sendiri atau sewenang-wenang.  Dalam PBM, guru yang otoriter selalu mengarahkan dengan keras segala aktivitas para siswa tanpa dapat ditawar-tawar. Hanya sedikit sekali kesempatan yag diberikan kepada  siswa untuk berperan-serta memutuskan cara terbaik untuk kepentingan  belajar mereka. Memang diakui, kebanyakan guru yang otoriter dapat menyelesaikan tugas keguruannya secara baik, dalam arti sesuai dengan rencana. Namun guru semacam ini sangat sering menimbulkan kemarahan dan kekesalan para siswa khususnya siswa pria, bukan saja karena wataknya yang agresif tetapi juga karena merasa kreativitasnya terhambat.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Laissez faire, guru laissez faire, padannya adalah individualisme (faham yang menghendaki kebebasan pribadi). Guru yang berwatak ini biasanya gemar mengubah arah dan cara pengelolaan PBM secara seenaknya, ia tidak menmyenangi profesinya sebagai tenaga pendidik meskipun mungkin memiliki kemampuan yang memadai. Keburukan lain yang juga disandang adalah kebiasaan rutinnya menimbulkan pertengkaran-pertengkaran kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokratis (democratic), arti demokratis adalah bersifat demokrasi, yang pada intinya mengandung makna memperhatikan persaamaan hak dan  kewajiban semua orang. Guru yang memiliki sifat ini pada umumnya dipandang sebagai guru yang paling baik dan ideal. Alasannya, dibanding dengan guru-guru lainya guru ragam demokratis lebih suka bekerja sama dengan rekan-rekan  seprofesinya, namun tetap menyelesaikan tugasnya secara mandiri. Ditinjau dari sudut hasil pengajaran, guru yang demokratis dengan yang otoriter tidak jauh berbeda. Akan tetapi, dari sudut moral, guru yanng demokratis ternyata lebih baik dan karenanya ia lebih disenangi baik oleh rekan-rekan sejawatnya maupun oleh siswanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoritatif (authoritative), otoritatif berarti berwibawa karena adanya kewenangan baik berdasarkan kemampuan  maupun kekuasaan yang diberikan. Guru yang otoritatif adalah guru yang memiliki dasar-dasar pengetahuan baik pengetahuan  bidang studi vaknya maupun pengetahuan umum. Guru seperti ini biasanya ditandai oleh kemampuan memerintah secara efektif kepada para siswa dan kesenangan mengajak kerjasama dengan para siswa bila diperlukan dalam mengiktiarkan cara terbaik untuk menyelenggarakan PBM. Dalam hal ini, ia hampir sama denga guru yang demokratis. Namun, dalam hal memerintah atau memberi anjuran, guru yang otoritatif pada umumnya lebih efektif, karena lebih disegani oleh para siswa, dan di pandang sebagai pemegang otoritas ilmu pengetahuan vaknya seperti yang telah di uraikan di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru otoriter (Authoritarian) memiliki ciri: berwatak otoriter (sewenang-wenang), keras dan kaku dalam mengarahkan aktivitas PBM dan menghambat kebebasan akademis siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru laissez faire memiliki ciri: berwatak individualistis (mementingkan diri sendiri), sering mengubah aktivitas PBM secara seenaknya dan sering menimbulkan pertengkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru demokratis memiliki ciri: berwatak sangat demokratis, suka bekerja sama dengan rekan-rekan sejawat dan para siswa, sering memberikan peluang akademis kepada siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Otoritatif memiliki ciri: berwatak cukup demokratis, lebih berwibawa dari pada ragam guru ke-1, ke-2, dam ke-3 dan lebih disegani para siswa dan lebih efektif dalam  memerintah dan memberi anjuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka :&lt;br /&gt;Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.&lt;br /&gt;Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta:PT Rineka Cipta.&lt;br /&gt;Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya Kepemimpinan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-3262893782528158089?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/3262893782528158089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=3262893782528158089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/3262893782528158089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/3262893782528158089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2008/10/gaya-kepemimpinan-guru.html' title='Gaya Kepemimpinan Guru'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-7528396542828964382</id><published>2008-10-03T19:56:00.000+07:00</published><updated>2008-10-03T19:57:36.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendekatan Kepemimpinan'/><title type='text'>Pendekatan Sifat</title><content type='html'>Dalam pendekatan sifat keberhasilan seorang pemimpin ditandai oleh adanya kecakapan atau ciri-ciri ideal yang harus dimiliki oleh pemimpin (Mulyasa, 2004:108). Untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil menurut teori ini haruslah memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan antara seorang pemimpin dan bukan pemimpin. Ciri-ciri tersebut dapat berupa ciri fisik, sifat-sifat kepribadian maupun keterampilan tertentu yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keith Davis dalam Thoha (1983:36) merumuskan empat sifat umum yang mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi yaitu: 1) kecerdasan, 2) kedewasaan dan keluasan hubungan sosial, 3) Motivasi diri dan dorongan berprestasi, dan 4) sikap-sikap hubungan kemanusiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Gary A.Yul dalam Wahjosumidjo (2002:23) menyatakan sifat-sifat dan keterampilan pribadi yang menjadi ciri-ciri keberhasilan pemimpin adalah sebagai berikut: 1) sifat-sifat pribadi meliputi: kemampuan menyesuaikan diri terhadap situasi, selalu siap terhadap lingkungan sosial, berorientasi kepada cita-cita keberhasilan, tegas, kerjasama, mampu, mampu mengambil keputusan, berpengaruh/berwibawa, enerjik, gagah, percaya diri, sabar/tahan uji, dan mau bertanggung jawab. 2) keterampilan meliputi: cerdik, konseptual, kreatif, diplomatis dan taktis, lancar berbicara, banyak mengetahui tugas-tugas kelompok, kemampuan mengatur, kemampuan meyakinkan, dan kemampuan berkomunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian seorang pemimpin menurut pendekatan ini harus mempunyai sifat-sifat individu dan keterampilan tertentu yang membedakan antara seorang pemimpin dengan bukan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka :&lt;br /&gt;Mulyasa. 2005. Manajemen Berbasis sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.&lt;br /&gt;Wahjosumidjo. 1987. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-7528396542828964382?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/7528396542828964382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=7528396542828964382' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/7528396542828964382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/7528396542828964382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2008/10/pendekatan-sifat.html' title='Pendekatan Sifat'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-6296604248180445722</id><published>2008-10-03T19:54:00.000+07:00</published><updated>2008-10-03T19:55:33.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya kepemimpinan'/><title type='text'>Gaya Kepemimpinan Menurut Pendekatan Situasional</title><content type='html'>Dalam teori pendekatan situasional, kepemimpinan yang efektif adalah bagaimana seorang pemimpin  dapat mengetahui keadaan baik kemampuan ataupun sifat dari anak buah yang di pimpinnya untuk kemudian pemimpin dapat menentukan perintah atau sikap terhadap anak buah sesuai dengan keadaa n atau pun kemampuan anak buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah di jelaskan dalam artikel yang lain tingkat kematangan atau kemapuan anak buah ada empat macam yaitu : intruksi, konsultasi, delegasi dan partisipasi. adapun gaya yan tepat di terapkan dalam keempat tingkat kematanga anak buah seperti yang telah di jelaskan oleh Miftah Thoha dala bukunya Kepemimpinan dalam Manajemen adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instruksi yaitu perilaku pemimpin yang tinggi pengarahan dan rendah dukungan dirujuk sebagai instruksi karena gaya ini dicirikan dengan komunikasi satu arah. Pemimpin memberikan batasan peranan pengikutnya dan memberitahu mereka tentang apa, bagaimana, bilamana, dan dimana melaksankana berbagai tugas. Inisiatif pemecahan masalah dan pembuatan keputusan semata-mata dilakukan oleh pemimpin. Pemecahan masalah dan keputusan diumumkan, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultasi yaitu perilaku pemimpin yang tinggi pengarahan dan tinggi dukungan dirujuk sebagai konsultasi, karena dalam menggunakan gaya ini, pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan masih membuat hampir sama dengan keputusan, tetapi hal ini diikuti dengan meningkatkan banyaknya komunikasi dua arah dan perilaku mendukung, dengan berusaha mendengar perasaan pengikut tentang  keputusan yang dibuat, serta ide-ide dan saran-saran mereka. Meskipun dukungan ditingkatkan, pengendalian (control) atas pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partisipasi yaitu perilaku pemimpin yang tinggi dukunagn dan rendah pengarahan dirujuk sebagai partisipasi, karena posisi kontrol atas pemecahan masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian. Dengan penggunaan gaya 3 ini, pemimpin dan pengikut saling tukar menukar ide dalam pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Komunikasi dua arah ditingkatkan, peran pemimpin adalah secara aktif mendengar. Tanggung jawab pemecahan masalah dan pembuatan keputusan sebagian besar berada pada pihak pengikut. Hal ini sudah sewajarnya karena pengikut memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delegasi yaitu perilaku pemimpin yang rendah dukungan dan rendah pengarahan dirujuk sebagai delegasi, karena pemimpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan sehingga tercapai kesepakatan mengenai definisi masalah yang kemudian proses pembuatan keputusan didelegasikan secara keseluruhan kepada bawahan. Sekarang bawahanlah yang memiliki kontrol untuk memutuskan tentang bagaimana cara pelaksanaan tugas. Pemimpin memberikan kesempatan yang luas bagi bawahan untuk melaksanakan pertunjukan mereka sendiri karena mereka memiliki kemampuan dan keyakinan untuk memikul tanggung jawab dalam pengarahan perilaku mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah pemimpin yanng dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya sesuai dengan tingkat kematangan anak buahnya. Hubungan antara gaya kepemimpinan dan tingkat kematangan anak buah adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak buah dalam kematangan yang rendah maka gaya kepemimpinan yang efektif adalan instruksi. Jika kematangan anak buah sedanng bergerak dari rendah kesedang maka gaya kepemimpinan yang efektif adalah konsultasi. Jika tingkat kematangan anak buah dari sedang ke tinggi maka gaya kepemimpinan yanng efektif adalah partisipasi. Dan jika kematangan anak buah adalah tinggi maka gaya kepemimpinan yanng efektif adalah delegasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wahjosumidjo (1987:219) pada dasarnya tidak ada pemimpin yang baik yang ada adalah pemimpin yang efektif, yaitu pemimpin yang selalu berubah-ubah perilakunya sesuai dengan tingkat perkembangan kedewasaan bawahannya. Oleh karena itu, seorang pemimpin dapat berperilaku efektif, akan lebih cocok apabila pemimpin itu dapat menerapkan ajaran teori kepemimpinan situasi. Dan teori kepemimpinan situasi sendiri pada hakikatnya merupakan teori yang dikembangkan dari teori kepemimpinan perilaku. Sedang teori kepemimpinan perilaku berdasarkan perkembangannya bersumber pada ajaran-ajaran yang dihasilkan  oleh teori kepemimpinan sifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka :&lt;br /&gt;Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.&lt;br /&gt;Wahjosumidjo. 1987. Kepemimpinan dan Motivasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-6296604248180445722?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/6296604248180445722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=6296604248180445722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/6296604248180445722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/6296604248180445722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2008/10/gaya-kepemimpinan-menurut-pendekatan.html' title='Gaya Kepemimpinan Menurut Pendekatan Situasional'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-5879785252102898384</id><published>2008-09-20T10:42:00.000+07:00</published><updated>2008-09-20T10:43:20.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya kepemimpinan'/><title type='text'>Menentukan gaya kepemimpinan</title><content type='html'>Untuk menentukan gaya kepemimpinan seseorang dapat dikaji melalui beberapa pendekatan namun secara ekstrem gaya kepemimpinan dapat diidentifikasi dengan dua kategori yaitu gaya kepemimpinan otokratis dan gaya kepemimpinan demokratis (Thoha, 1983:52).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya kepemimpinan otokratis lebih menekankan pada kekuasaan yang dimiliki oleh pemimpin, semua kebijakan dan ketentuan yang berlaku ditentukan oleh pemimpin, bawahan tidak diberi keleluasaan untuk mengajukan keberatan maupun memberikan saran, sedangkan gaya kepemimpinan demokratis lebih menekankan pada keikutsertaan bawahan dalam pengambilan keputusan, kebijakan yang diputuskan merupakan hasil keputusan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ngalim Purwanto (1991:48) gaya kepemimpinan yang pokok atau dapat disebut ekstrem ada tiga yaitu gaya kepemimpinan otokratis, laissez faire dan demokratis.&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang otokratis, dalam kepemimpinan  yang otokratis, pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota-anggota kelompoknya. Baginya memimpin adalah menggerakan dan memaksa kelompok. Kekuasaan pemimpin yang otokratis hanya dibatasi oleh undang-undang. Penafsirannya sebagai pemimpin tidak lain adalah menunjukan dan memberi perintah (Purwanto, 1991:48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gaya kepemimpinan ini keputusan mutlak ada pada tangan pemimpin, pemimpin mendikte tugas yang harus dikerjakan oleh bawahanya, dalam menilai bawahan bersifat subjektif dan karena langkah-langkah aktivitas dilakukan satu persatu oleh pemimpin maka langkah mendatang kadang tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang laissez faire, dalam gaya  kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak memberikan pimpinan. Tipe ini diartikan sebagai membiarkan orang-orang berbuat sekehendaknya. Pemimpin yang termasuk tipe ini sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi terhadaap pekerjaan anggota-anggotanya (Purwanto, 1991:49).&lt;br /&gt;Keputusan pada gaya kepemimpinan ini adalah ada pada tangan anggota, pemimpin sendiri tidak ikut dalam pembuatan keputusan, pemimpin tidak ikut campur dalam kegiatan kelompok, dan bahan untuk kerja disediakan oleh pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang demokratis, pemimpin yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinan bukan sebagai diktator, melainkan sebagai pemimpin ditengah-tengah anggota kelompoknya, pemimpin selalu berusaha menstimulasi anggotanya-anggotanya agar bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tindakan dan usaha-usahanya, ia selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya, dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya (Purwanto, 1991:50).&lt;br /&gt;Dalam kepemimpinan demokratis keputusan merupakan hasil musyawarah, pimpinan memberikan masukan sebagai alternatif dalam pengambilan keputusan yang ditawarkan kepada anggota, pemimpin dalam kelompok bertindak aktif dan penilaian yang dilakukan oleh pemimpin adalah bersifat objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis telah banyak dikenal gaya kepemimpinan, namun untuk menentukan gaya mana yang terbaik masih sulit ditentukan. Dalam mengkaji gaya kepemimpinan sedikitnya dapat dikaji dari tiga pendekatan yaitu pendekatan sifat, pendekatan perilaku dan pendekatan situasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka :Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-5879785252102898384?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/5879785252102898384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=5879785252102898384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/5879785252102898384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/5879785252102898384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2008/09/menentukan-gaya-kepemimpinan.html' title='Menentukan gaya kepemimpinan'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-1948350569949761881</id><published>2008-09-20T10:40:00.000+07:00</published><updated>2008-09-20T10:41:20.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaya kepemimpinan'/><title type='text'>gaya kepemimpinan</title><content type='html'>Pengertian Gaya KepemimpinanSetiap pemimpin dalam memimpin bawahannya mempunyai cara atau gaya tersendiri yang bersifat khas, menurut Sugandha (1986:70) gaya atau cara memimpin ini disebut  types of leadership (tipe kepemimpinan) atau leadership style (gaya kepemimpinan) sehingga dalam penelitian ini yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan akan sama dengan tipe kepemimpinan.&lt;br /&gt;Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang  pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain  seperti yang ia lihat (Thoha, 1983:51-52). Norma perilaku yang digunakan oleh pemimpin merupakan persepsinya terhadap keadaan bawahan sehingga dalam hal ini penselarasan persepsi antara bawahan dan pimpinan adalah penting agar kepemipinan dapat berjalan dengan efektif.&lt;br /&gt;Menurut Fandi Tjiptono (2003:161) gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahanya. Sementara itu, pendapat lain menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan merupakan pola perilaku seorang  pemimpin yang khas pada saat mempengaruhi anak buahnya, apa yang dipilih oleh pemimpin untuk dikerjakan, cara pemimpin bertindak dalam mempengaruhi anggota kelompok membentuk gaya kepemimpinannya (Mulyasa, 2005:108).Pola perilaku pemimpin terlihat pada saat mereka mulai memberikan tanggapan terhadap suatu situasi, dan pola ini akan terlihat jelas pada saat pemimpin memberikan tanggapan yang sama pada situasi yang sama. Dari pola perilaku ini akan membentuk suatu kebiasaan pemimpin yang dapat diperkirakan oleh  bawahannya.&lt;br /&gt;Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku yang ditampilkan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain.&lt;br /&gt;Pustaka :Mulyasa. 2005. Manajemen Berbasis sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.Sugandha, Dann. 1986. Kepemimpinan didalam Administrasi. Bandung: Sinar Baru.Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali PersTjiptono, Fandy dan Anastasia Diana. 2003. Total Quality Management (TQM). Yogyakarta: Andi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-1948350569949761881?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/1948350569949761881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=1948350569949761881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/1948350569949761881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/1948350569949761881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2008/09/gaya-kepemimpinan.html' title='gaya kepemimpinan'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5256240594706093416.post-2998773834897322222</id><published>2008-09-20T10:39:00.001+07:00</published><updated>2008-09-20T10:39:50.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengertian kepemimpinan'/><title type='text'>pengertian kepemimpinan</title><content type='html'>Pengertian KepemimpinanDalam suatu organisasi  kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi.&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan.Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.&lt;br /&gt;Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain: 1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi, 2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan  proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan 3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.&lt;br /&gt;Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka:Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5256240594706093416-2998773834897322222?l=belajar-kepemimpinan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/feeds/2998773834897322222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5256240594706093416&amp;postID=2998773834897322222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/2998773834897322222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5256240594706093416/posts/default/2998773834897322222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://belajar-kepemimpinan.blogspot.com/2008/09/pengertian-kepemimpinan.html' title='pengertian kepemimpinan'/><author><name>aa_roy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15445702213886359138</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
